Aktivis Andi Buna Soroti Pelayanan RSUD Zainal Umar Sidiki: “Dokumen Lahir Tanpa Cap, Obat Kosong, Rakyat Jadi Korban!”

SINDITOnews.com | GORONTALO UTARA – Aktivis senior sekaligus penggiat hak publik, Andi S. Buna, angkat suara keras terhadap buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainal Umar Sidiki (ZUS), Kabupaten Gorontalo Utara. Ia menilai, manajemen rumah sakit milik daerah ini telah gagal menjalankan amanah pelayanan dasar kepada masyarakat.

“Bayi lahir, tapi surat keterangannya hanya ditandatangani—tanpa nomor registrasi dan tanpa cap resmi RSUD. Akibatnya, Dinas Capil tidak bisa proses akta kelahiran. Ini bukan kelalaian kecil, tapi pengingkaran terhadap hak konstitusional anak,” tegas Andi Buna, Jumat (3/4/2026).

Ia mengungkap, banyak masyarakat yang terpaksa bolak-balik ke RSUD ZUS hanya untuk meminta pelengkap dokumen administratif tersebut. Ironisnya, ketika datang di malam hari—pasca persalinan—pihak rumah sakit justru menyatakan “belum ada pelayanan administrasi”.

“Kalau begitu, untuk apa RSUD buka 24 jam kalau layanan administrasi vital seperti ini tidak tersedia? Ini menunjukkan manajemen tidak punya sistem darurat untuk kebutuhan sipil dasar,” sindirnya.

Tak hanya itu, Andi juga menyoroti kelangkaan obat di instalasi rawat inap, yang memaksa keluarga pasien BPJS membeli obat di luar. Padahal, sesuai aturan BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan tingkat lanjut wajib menyediakan obat sesuai formularium nasional selama pasien dalam perawatan.

“Ada apa di balik stok obat yang terus kosong? Apakah ini soal pengadaan, distribusi, atau memang manajemen tidak serius melayani rakyat?” tanyanya retoris.

Andi Buna mendesak Pemda Gorontalo Utara dan DPRD setempat untuk segera:

  1. Bentuk tim audit independen terhadap RSUD ZUS,
  2. Evaluasi kinerja direksi dan pejabat struktural rumah sakit,
  3. Pastikan pelayanan administrasi—terutama dokumen kelahiran—tersedia 24 jam penuh.

“Jangan biarkan rakyat kecil jadi korban dari birokrasi yang lamban dan pelayanan yang arogan. RSUD ZUS harus segera diperbaiki, atau ganti pemimpinnya!” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Zainal Umar Sidiki belum memberikan konfirmasi resmi atas sorotan tersebut.

(Red/SINDITOnews)