SINDITOnews.com | SUMOLI–TOJO UNA-UNA,- Pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur MBG Sumoli melalui Asisten Lapangan (Aslap) Rizki Riyadi secara resmi membantah tudingan bahwa dapur mereka menyajikan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Klarifikasi ini disampaikan menyusul pemberitaan dan polemik yang berkembang di tengah proses penyelidikan aparat.
Dalam keterangannya kepada media, Rizki menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah mengikuti standar kebersihan dan prosedur yang ditetapkan.
“Kami sangat keberatan dengan pemberitaan yang menyebutkan makanan kami basi. Kami selalu memastikan kualitas menu yang dikirimkan ke sekolah-sekolah dalam kondisi layak konsumsi,” ujarnya.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar terkait prosedur investigasi. Menurutnya, kabar yang menyebutkan bahwa pihak kepolisian mengambil sampel makanan langsung dari rumah orang tua siswa tidak sesuai fakta.
“Kami perlu menegaskan bahwa tidak benar pihak Polres mengambil sampel di rumah orang tua siswa sebagaimana yang diberitakan. Kami meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Polres Tojo Una-Una melalui Kasat Reskrim AKP Syarif AMD, S.H., M.H., menyampaikan bahwa sampel makanan yang diamankan oleh Unit Tipidter telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium. Saat ini, aparat masih menunggu hasil resmi pemeriksaan tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, apabila hasil uji laboratorium nantinya membuktikan adanya pelanggaran standar keamanan pangan, maka pihak berwenang akan merekomendasikan kepada Korwil MBG Touna untuk mengeluarkan surat rekomendasi penutupan sementara dapur atau evaluasi hingga pergantian petugas SPPG.
Sebelumnya, Dapur MBG Sumoli telah mendapatkan teguran dari Korwil SPPG atas temuan ketidakpatuhan terhadap SOP yang mengacu pada standar Badan Gizi Nasional. Namun hingga kini, status operasional dapur masih berjalan sambil menunggu hasil laboratorium.
Dengan adanya perbedaan keterangan antara pihak dapur dan laporan sebelumnya, publik kini menanti hasil uji lab resmi sebagai dasar penentuan langkah lanjutan. Semua pihak diharapkan menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan demi menjaga objektivitas dan kepercayaan terhadap program MBG di wilayah tersebut. (Red.ATA)

