Di Balik Gerobak Tua Kakek Amin: Berpuasa di Gubuk Reot Penuh Rongsokan

Di Balik Gerobak Tua Kakek Amin: Berpuasa di Gubuk Reot Penuh Rongsokan

SINDITOnews.com | RATOLINDO – Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kebersamaan dan keberkahan, kehidupan berat justru masih dijalani Amin Abusari (70), warga Kelurahan Muara Toba, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una.

Di usianya yang sudah renta, Kakek Amin masih harus mendorong gerobak tua setiap hari untuk mengumpulkan barang bekas. Pekerjaan sebagai pemulung itu menjadi satu-satunya cara baginya untuk memenuhi kebutuhan makan saat sahur dan berbuka puasa.

Kondisi hidupnya semakin memprihatinkan ketika melihat tempat tinggalnya. Ia tinggal di sebuah gubuk sempit yang dipenuhi tumpukan kardus dan rongsokan hasil pungutannya. Hunian tersebut jauh dari kata layak, dengan ruang terbatas untuk sekadar beristirahat.

Saat ditemui media, Kakek Amin mengaku pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah berupa beras dan bantuan tunai PKH lansia. Namun bantuan itu belum mampu mengubah kondisi hidupnya secara signifikan.

Ia sebenarnya memiliki tiga orang anak. Dua di antaranya merantau, sementara satu anak tinggal di kampung yang sama. Namun kondisi ekonomi keluarga yang juga terbatas membuat mereka tidak mampu sepenuhnya membantu kehidupan sang ayah.

Melihat kondisi tempat tinggal yang tidak layak tersebut, pihak media langsung menghubungi pemerintah Kecamatan Ratolindo untuk meminta perhatian dan langkah konkret, khususnya terkait kemungkinan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni bagi lansia tersebut.

Di sisa usianya, Kakek Amin hanya berharap dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang, meski hingga kini masih harus bernaung di gubuk kecil yang dipenuhi tumpukan kardus untuk di jual demi bertahan hidup. (Red.HYA)