SINDITOnews.com | GORONTALO – Eskalasi ketegangan antara kelompok penambang lokal dan Pemerintah Provinsi Gorontalo mencapai puncaknya. Ribuan massa yang tergabung dalam aliansi penambang lintas kabupaten/kota, didampingi LSM dan mahasiswa, dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran selama lima hari berturut-turut, terhitung mulai Senin (6/4/2026) hingga Jumat (10/4/2026).
Aksi yang dipusatkan di depan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo ini membawa tuntutan tunggal yang krusial: mendesak Gubernur Gusnar Ismail untuk segera menanggalkan jabatannya.
Kekecewaan Mendalam dan Konflik Sosial
Narasi yang berkembang di kalangan massa aksi mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil, khususnya sektor pertambangan rakyat. Selain masalah regulasi, meningkatnya konflik sosial di lapangan menjadi pemantik utama gerakan ini.
Jenderal Lapangan aksi, Taufik Bohungo, menegaskan bahwa persiapan telah matang dan sebagian massa dari luar daerah sudah mulai memasuki wilayah kota.
“Sebagian massa sudah ada di kota. Ini bukan lagi sekadar rencana, ini tinggal jalan. Kekuatan penuh dari seluruh kabupaten dan kota akan tumpah ruah besok pagi pukul 09.00 WITA,” tegas Taufik saat memberikan keterangan pers.
Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, demonstrasi kali ini dirancang sebagai aksi “maraton” atau bertahan. Massa telah menyiapkan skenario untuk menginap jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh pihak pemerintah.
Berdasarkan koordinasi lapangan, titik konsentrasi massa dibagi menjadi dua zona utama:
Zona Timur: Massa dari Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja.
Zona Barat: Rombongan dari Kabupaten Pohuwato, Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo akan bertahan di kawasan Menara Limboto.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Gorontalo maupun Gubernur Gusnar Ismail terkait rencana aksi maupun tuntutan pengunduran diri tersebut.
Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah ruas jalan protokol menuju pusat kota dan kawasan Limboto mulai esok hari. Pihak kepolisian diperkirakan akan menyiagakan personel gabungan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap kondusif. (Red.SN)

