REDAKSI : SINDITOnews.com
Bone Bolango — Sejumlah warga Desa Alo, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, menyuarakan keprihatinan terkait proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh PT Gorontalo Mineral.
Warga menilai proses pembebasan lahan di wilayah mereka masih menyisakan berbagai persoalan, mulai dari dugaan ketimpangan nilai kompensasi, kerusakan kebun masyarakat, hingga kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan keberlangsungan sumber mata pencaharian warga.
Dalam sejumlah pernyataan yang berkembang di tengah masyarakat, disebutkan adanya perbedaan nilai pembayaran lahan antarwarga meskipun berada pada kawasan terdampak yang sama. Kondisi tersebut memicu keresahan dan dinilai berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di lingkungan masyarakat Desa Alo.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti dampak aktivitas perusahaan terhadap tambang rakyat serta sumber air bersih yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Warga berharap seluruh proses pembebasan lahan dilakukan secara terbuka, adil, dan mengedepankan prinsip musyawarah agar tidak memicu konflik berkepanjangan.
Tokoh masyarakat Desa Alo, Noval Biduli, menegaskan bahwa aspirasi warga bukan merupakan bentuk penolakan terhadap investasi maupun pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat hanya menginginkan adanya keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak warga serta tanah yang telah lama mereka kuasai secara turun-temurun.
“Kami bukan anti pembangunan. Kami hanya berharap proses pembebasan lahan dilakukan secara adil, transparan, dan menghormati hak masyarakat,” ujarnya.
Warga juga meminta pemerintah daerah, aparat terkait, dan pihak perusahaan untuk membuka ruang dialog bersama masyarakat guna mencari solusi yang bijak dan berkeadilan. Mereka berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi yang sehat agar situasi tetap kondusif dan tidak berkembang menjadi konflik sosial di tengah masyarakat Bone Bolango.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait aspirasi yang disampaikan warga tersebut.

