SINDITOnews.com | Jakarta,– Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Pidana Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, mendesak pemerintah Indonesia untuk bersiap menghadapi dampak potensial dari konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang telah berlangsung selama lebih dari lima minggu.
Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (9/4), Prof. Sutan menilai eskalasi militer ini telah menciptakan ancaman global, termasuk gangguan pasokan energi, krisis pangan, dan risiko keterlibatan kekuatan nuklir. Ia meminta Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah strategis, baik dalam diplomasi maupun kesiapan pertahanan nasional.
“Indonesia harus berjaga-jaga. Kita perlu memperkuat ketahanan pangan, energi, dan sistem pertahanan mandiri,” ujarnya.
Prof. Sutan juga mendorong Indonesia memimpin upaya perdamaian dengan mengajak negara-negara Asia, Afrika, dan Eropa untuk mencegah perang meluas. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga Palestina dan penegakan hukum internasional terhadap pelanggaran hak asasi manusia di kawasan tersebut.
Meski menyebut situasi sangat genting, ia menolak narasi provokatif yang tidak didukung fakta verifikasi independen. “Kita harus waspada, tapi tetap berpegang pada data dan prinsip kemanusiaan,” tambahnya.
Saat ini, sejumlah lembaga internasional seperti CSIS dan Institute for the Study of War melaporkan bahwa konflik Iran-Israel memasuki fase kritis, dengan gencatan senjata sementara yang masih rapuh. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mendorong solusi damai berbasis hukum internasional.
(Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. — Pakar Hukum Pidana Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia)

