REDAKSI: SINDITOnews.com
BONE BOLANGO – Sebuah video yang beredar luas di masyarakat memperlihatkan situasi tegang di lokasi tambang Motomboto, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (6/5/2026). Dalam rekaman tersebut tampak sekelompok orang berada di area tambang dengan suasana penuh teriakan dan kepanikan.
Dari video yang diterima redaksi, terlihat beberapa orang membawa benda panjang yang diduga senjata tajam. Situasi di lokasi tampak kacau dan nyaris berujung bentrokan terbuka.
Yang menjadi perhatian, dalam rekaman tersebut terdengar pernyataan dari salah satu pihak yang menyebut bahwa mereka datang ke lokasi tambang dengan membawa senjata tajam atas perintah seseorang yang disebut dengan nama “Tante Mei”.
Pernyataan itu kini menjadi sorotan publik karena dinilai membuka dugaan adanya pihak yang mengarahkan pergerakan kelompok ke lokasi tambang yang sebelumnya diketahui tengah bersengketa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sengketa penguasaan lobang tambang tersebut sebelumnya telah diputus melalui sidang adat dan dimenangkan oleh salah satu pihak berinisial R. Namun, dugaan penolakan terhadap hasil keputusan adat disebut menjadi awal meningkatnya ketegangan di lapangan.
Dalam perkembangan situasi, kelompok yang disebut berasal dari luar daerah awalnya didatangkan untuk bekerja di lobang yang diduga berselisih tersebut. Namun kondisi berubah menjadi panas hingga berujung pada aksi serang.
Ironisnya, pihak yang disebut dalam pernyataan video tersebut justru dilaporkan menjadi sasaran dalam kericuhan yang terjadi. Hal ini memunculkan dugaan adanya konflik internal atau situasi yang berkembang di luar kendali.
Aparat dari Polres Bone Bolango, ketika menerima laporan insiden tersebut, turun langsung ke lokasi tambang dan mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, termasuk mereka yang membawa senjata tajam.
Langkah cepat aparat dinilai berhasil mencegah situasi berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar di kawasan tambang.
Atas insiden ini, Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Bone Bolango, Yogis Monoarfa, mendesak aparat penegak hukum agar tidak hanya fokus pada pelaku di lapangan.
“Kalau benar ada perintah membawa sajam seperti yang terdengar dalam video, maka itu harus diusut serius. Jangan hanya orang di lapangan yang diproses, tapi juga pihak yang diduga memerintahkan,” tegas Yogis. Kamis, 7/5/2026.
“Insiden ini sangat mencoreng nama tambang Motomboto yang selama ini dikenal aman dan kondusif. Jangan sampai konflik seperti ini terus dibiarkan dan akhirnya memicu ketakutan di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga meminta agar seluruh pihak yang disebut dalam video diperiksa secara objektif untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait status hukum pihak-pihak yang disebut dalam video yang beredar. Proses penyelidikan masih berlangsung.
Pewarta : Iswan YG

