Sinditonews.Bobe Bolango,— Beredarnya isu rencana penertiban aktivitas masyarakat di kawasan Motomboto yang disebut berkaitan dengan permohonan PT Gorontalo Minerals mulai menuai sorotan dari masyarakat.
Tokoh masyarakat Supriadi Alaina, yang akrab disapa Haji Upik, meminta agar rencana tersebut dikaji kembali dan tidak dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat penambang lokal.
Menurut Haji Upik, langkah penertiban yang dilakukan tanpa komunikasi dan pendekatan yang baik berpotensi menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
“Saya meminta agar rencana ini dipikirkan matang-matang. Jangan sampai langkah yang dilakukan justru memantik reaksi ribuan penambang rakyat,” ujar Haji Upik. Sabtu, 9/5/2026.
Ia menilai situasi di lapangan saat ini cukup sensitif karena menyangkut ruang ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan emas tradisional di lokasi motomboto.
Karena itu, Haji Upik berharap seluruh pihak dapat mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog terbuka sebelum mengambil tindakan di lapangan.
“Masyarakat harus diajak bicara. Jangan sampai muncul kesan ada keputusan sepihak yang akhirnya memperkeruh situasi keamanan daerah,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah agar tidak terjadi gesekan sosial di tengah masyarakat.
“Kita semua tentu ingin daerah ini aman. Maka semua pihak harus menahan diri dan mengutamakan solusi yang damai,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai isu rencana penertiban tersebut. Namun, Haji Upik dan para tokoh masyarakat penambang lainya berharap, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh pihak terkait dapat mempertimbangkan dampak sosial dari setiap kebijakan yang diambil, terutama yang menyangkut kehidupan masyarakat kecil. (Red.SN)

