Prof. Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Evaluasi Biaya Ekspor di Tengah Dampak Perang Global

SINDITOnews.com | Jakarta,  – Pakar Hukum Pidana Internasional sekaligus ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal SH, MH, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kebijakan biaya ekspor dan impor Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang memanas. Pada minggu, 8/3/2026.

Menurut Sutan Nasomal, kesepakatan kerja sama atau MOU antara Indonesia dan Amerika Serikat pada dasarnya merupakan langkah positif untuk mengantisipasi dampak konflik internasional. Namun, ia menilai biaya ekspor dan impor yang masih tinggi menjadi kendala bagi pelaku usaha di Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa konflik yang melibatkan beberapa negara di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi global. Kondisi tersebut menyebabkan jalur perdagangan internasional terganggu, biaya logistik meningkat, serta aktivitas bisnis di sejumlah kawasan seperti Timur Tengah dan Eropa ikut melambat.

Selain itu, penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga memberi tekanan pada perekonomian nasional. Saat ini nilai tukar dolar AS tercatat berada di kisaran Rp16.939 per dolar, yang turut memengaruhi biaya perdagangan internasional.

Sutan Nasomal menilai kondisi tersebut membuat banyak pengusaha dan pelaku UMKM Indonesia kesulitan menjalankan aktivitas perdagangan luar negeri. Ia juga menyoroti beban pajak dan biaya operasional yang dinilai masih tinggi dibandingkan beberapa negara lain yang justru menurunkan pajak untuk menjaga aktivitas industrinya.

Ia meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk memastikan kelancaran pasokan barang kebutuhan masyarakat yang masih bergantung pada impor, seperti energi, bahan bakar, obat-obatan, dan peralatan medis.

Menurutnya, pemerintah juga perlu memantau kenaikan harga di pasar yang mulai dirasakan masyarakat, serta memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha agar roda perekonomian nasional tetap bergerak.

“Pemerintah perlu mengambil langkah yang bijaksana agar perekonomian nasional tetap stabil dan perdagangan internasional Indonesia bisa kembali berjalan normal,” ujarnya.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal SH, MH – Pakar Hukum Pidana Internasional dan Ekonom.