REDAKSI : SINDITOnews.com
AMPANA – Program Pengembangan Ekonomi Hijau melalui budidaya Pisang Cavendish di Kabupaten Tojo Una-Una mulai memasuki tahap pelaksanaan. Sejumlah berkas petani tahap pertama saat ini tengah diproses oleh pihak perusahaan mitra dan perbankan.
Ketua Asosiasi Pisang Cavendish Tojo Una-Una, Dr. Mahmud Lahay, SE., M.Si., mengatakan hingga kini sebanyak 25 berkas petani telah diserahkan untuk proses verifikasi administrasi.
“Petani yang dinyatakan lolos verifikasi nantinya akan diundang ke sekretariat asosiasi untuk menerima petunjuk teknis dari pihak perusahaan dan perbankan,” ujar Dr. Mahmud Lahay, Kamis (14/5/2026).
Sebagai langkah awal program, penanaman perdana dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Pondok Pesantren Alkhairaat Bantuga, Kecamatan Ampana Tete, dengan luas lahan awal sekitar 10 hektar.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Haul Guru Tua ke-58 dan rencananya dihadiri Ketua Utama Alkhairaat, Ketua Umum PB Alkhairaat, serta Bupati Tojo Una-Una.
Selain penanaman perdana, pihak asosiasi bersama PB Alkhairaat juga menyiapkan agenda studi banding pada Juni 2026 ke Jakarta, Lampung, dan Bandung guna memperkuat kerja sama perusahaan, pembibitan kultur jaringan, hingga sistem ekspor pisang cavendish ke Timur Tengah.
Sementara itu, antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat. Pendaftaran tahap kedua kini mulai dibuka melalui koordinator kecamatan.
“Alhamdulillah sudah ada tambahan berkas baru dari petani. Minggu depan seluruh koordinator kecamatan akan berkumpul di sekretariat asosiasi untuk menyerahkan berkas lanjutan ke perusahaan dan pihak bank,” tambahnya.
Program budidaya Pisang Cavendish ini diharapkan mampu menghidupkan lahan tidur, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Tojo Una-Una.
Pewarta: Ahmad Tuliabu

