SINDITOnews.com | Washington,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan masa depan NATO bisa menjadi “sangat buruk” jika negara-negara sekutu tidak membantu Washington mengamankan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada 16 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional.
Trump menegaskan negara-negara yang selama ini menikmati pasokan energi dari kawasan Teluk seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
“Sudah sepatutnya negara-negara yang menjadi penerima manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi sesuatu yang buruk di sana,” ujar Trump.
Ia juga mengingatkan bahwa jika sekutu Amerika tidak merespons permintaan Washington, hal itu dapat berdampak pada hubungan dalam aliansi militer Barat.
“Jika tidak ada respons atau responsnya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,” katanya.
Trump juga menyinggung dukungan Amerika Serikat kepada sekutu dalam berbagai konflik internasional sebagai contoh komitmen Washington terhadap aliansi tersebut.
Sebelumnya, Trump mendesak sejumlah negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk bergabung dalam upaya mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan sempit tersebut setiap hari, sehingga setiap ketegangan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran pasar energi dunia.

