Pekerjaan Bronjong Sungai Bulango Amburadul, LP.K-P-K Desak Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Perbaiki Kualitas 38 M

Pekerjaan Bronjong Sungai Bulango Amburadul, LP.K-P-K Desak Balai Wilayah Sungai Sulawesi II Perbaiki Kualitas 38 M
SINDITOnews.com|GORONTALO – Proyek pengendali banjir Sungai Bulango yang dikerjakan di bawah penanganan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo dengan pagu anggaran lebih dari Rp38 miliar, mendapat sorotan tajam. Minggu, 17/8/2025

Pasalnya, pekerjaan bronjong di lapangan secara visual terlihat amburadul dan diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan. Padahal, setiap komponen bronjong memiliki fungsi penting untuk ketahanan bangunan.

Tim Investigasi yang sempat mengambil video dokumentasi pada item pekerjaan pemasangan bronjong yang mencolok adalah tidak digunakannya sekat kawat pada bronjong.

Padahal, secara teknis sekat tersebut berfungsi vital untuk meminimalisir kerusakan dan memperkuat konstruksi.

Dalam spesifikasi standar, bronjong harus diisi dengan batu pecah berukuran 10–25 cm. Pengisian dilakukan lapis demi lapis, lalu dipadatkan dengan tekanan agar keranjang bronjong terisi rapat dan kokoh. Setelah penuh, bagian penutup harus diikat kuat sesuai standar.

Foto Istimewa; Pekerjaan bronjong

Namun, temuan di lapangan berbeda jauh. Batu justru ditumpuk di luar lalu hanya dibungkus kawat bronjong tanpa pemadatan. Praktik ini jelas salah secara teknis dan berpotensi besar menurunkan kualitas bangunan.

Jika hal ini dibiarkan, umur teknis konstruksi akan sangat pendek dan bisa merugikan keuangan negara serta membahayakan masyarakat yang bergantung pada perlindungan dari proyek ini.

Aktivis Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah (LP.K-P-K), Yogis Monoarfa, mendesak Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo agar bertanggungjawab dan memerintahkan PPK nya agar serius menjaga kualitas pekerjaan.

Jangan main-main dengan kualitas. Ini bangunan untuk masyarakat, bukan untuk coba-coba. Jangan biarkan konstruksi yang tidak berkualitas merusak citra BWS II,” tegas Yogis.

Ia menambahkan, pihaknya akan menyiapkan bukti-bukti dugaan penyimpangan pekerjaan bronjong ini sebagai laporan resmi jika tidak segera ada langkah perbaikan.

“Perbaiki kembali bangunan yang tidak sesuai standar dan perketat pengawasan. Atas temuan ini pula, kami tidak akan segan membawa persoalan ini ke APH,” pungkasnya. (Rd.SN)