SINDITOnews.com | Gorontalo – Mafia ilegal niaga Black Stone di Gorontalo dinilai merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP.K-P-K) bersama Partai Oposisi Merdeka (POM) mendesak Presiden RI, H. Prabowo Subianto, untuk segera memerintahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan KPK RI turun tangan mengusut tuntas kasus ini.
Aktivis LP.K-P-K menyebut jaringan mafia semakin kebal hukum, apalagi setelah putusan bebas empat WNA pemain Black Stone di PN Gorontalo. “Putusan itu justru membuat mafia makin kuat. Banyak aktivis dibungkam, sementara penegakan hukum di daerah berjalan setengah hati,” tegas pernyataan resmi LP.K-P-K.
Sejumlah laporan juga menyebut kontainer dan dump truck berisi material Black Stone pernah diamankan aparat Polda hingga Polres Bone Bolango. Namun proses hukum tak berujung pada penjeratan aktor intelektual. Bahkan, nama dua investor berinisial KEN dan WAR kerap disebut sebagai pengendali utama rantai ilegal Black Stone dari hulu hingga hilir hingga kini bebas melenggang.
LP.K-P-K menilai intervensi pusat sudah mutlak. “Jangan biarkan hukum hanya berhenti di penyitaan barang. Presiden harus memerintahkan Kejagung dan KPK membongkar otak pelaku dan menyeret mafia ke meja hijau,” tegasnya.
Menanggapi fenomena ini, pakar hukum internasional dan ekonom Prof. Dr. Sutan Nasomal mengingatkan ancaman serius dari bisnis gelap Black Stone.
“Ini bukan sekadar perdagangan mineral, tapi sudah masuk ranah mafia transnasional. Jika negara tidak tegas, kerugian bukan hanya pada keuangan negara, tapi juga pada wibawa hukum Indonesia,” ujarnya.
Menurut Prof. Sutan, Polri tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri. “Kasus sebesar ini harus ditangani Kejagung dengan mandat khusus. Harus dibongkar hingga ke otak pelakunya, bukan hanya operator lapangan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dan sosial. “Praktik ilegal seperti ini merusak pasar, mendistorsi harga, menghancurkan iklim investasi, dan merampas hak masyarakat lokal. Investor taat aturan akan pergi, sementara cukong makin berkuasa. Itu bahaya besar bagi ekonomi bangsa,” pungkas Prof. Sutan. (Rd.SN)