Ketua SWI Bener Meriah Desak Transparansi Total, Tolak “Main Mata” Proyek Huntara

SINDITOnews.com | Bener Meriah, – Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) DPW Bener Meriah, Adis Atim Rohmansah, melontarkan peringatan keras terkait dugaan praktik “main mata” dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Bener Meriah.

Pernyataan ini muncul setelah gelombang keluhan warga yang telah menempati huntara, namun menemukan berbagai persoalan kualitas bangunan. Sejumlah temuan di lapangan di antaranya bak kamar mandi tidak layak pakai, lantai semen tipis hingga retak, instalasi listrik bermasalah bahkan memicu korsleting di beberapa unit, serta atap dan dinding yang bocor saat hujan.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di Huntara Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, di mana tidak tersedia saluran drainase, sehingga air hujan masuk ke dalam rumah. Akibatnya, sejumlah unit terpaksa ditinggalkan penghuninya.

“Bangunan ini bernilai besar, ratusan juta hingga miliaran rupiah. Harus sesuai gambar dan RAB. Jangan ada alasan belum serah terima untuk mengabaikan kualitas, karena masyarakat sudah menempatinya,” tegas Adis.

Sorotan juga datang dari Sutan Nasomal, pakar hukum pidana internasional, yang menilai dugaan penyimpangan proyek huntara tidak boleh dibiarkan.

“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan penderitaan korban bencana. Jika terbukti, aparat penegak hukum harus bertindak tegas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keadilan bagi korban bencana merupakan hal mutlak dan tidak bisa ditawar. Dengan meningkatnya perhatian publik, berbagai pihak kini didesak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki kekurangan, serta memastikan huntara benar-benar layak huni.

Hingga berita ini diturunkan,belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait atas desakan ini. Namun, Publik menanti langkah konkret: apakah dugaan ini akan diusut tuntas, atau kembali menguap tanpa pertanggungjawaban di tengah penderitaan warga. (Red)