SINDITOnews.com | Banggai Kepulauan,– Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Merah Putih, Habib Muhamad, melontarkan kritik keras terhadap BRI Unit Salakan, Banggai Kepulauan, yang diduga kuat tidak menjalankan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2023.
Habib menilai, praktik di lapangan justru menunjukkan pola pembelokan kebijakan. Program KUR tanpa jaminan yang seharusnya menjadi jalan keluar bagi pelaku UMKM, diduga “dikunci” dengan berbagai alasan administratif, lalu diarahkan ke kredit komersial yang tetap mensyaratkan agunan.
“Ini bukan lagi soal miskomunikasi, tapi indikasi pembangkangan terhadap aturan negara. KUR tanpa jaminan itu perintah regulasi, bukan opsi yang bisa dipilih sesuka hati,” tegas Habib. Pada Rabu, 14/1/2026. Saat di mintai keterangan oleh awak media.
Ia juga mengungkap adanya laporan masyarakat yang telah melunasi angsuran kredit, namun sertifikat jaminan masih ditahan oleh pihak bank. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi melanggar prinsip perlindungan konsumen dan mengarah pada dugaan maladministrasi serius.
“Kalau nasabah sudah lunas tapi sertifikat masih ditahan, ini patut dicurigai. Jangan-jangan ada praktik yang sengaja dibiarkan untuk menekan masyarakat kecil,” kata Habib dengan nada keras.
Habib menegaskan, jika praktik ini terus terjadi, maka jangan heran jika kepercayaan publik terhadap perbankan negara kian tergerus. Ia mendesak auditor perbankan dan otoritas pengawas untuk segera turun tangan dan mengaudit total kinerja BRI Unit Salakan.
Tak hanya itu, ia juga menantang Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan untuk berhenti bersikap pasif. Menurutnya, pembiaran terhadap dugaan penyimpangan KUR sama saja dengan ikut mengorbankan UMKM demi kepentingan segelintir pihak.
“Negara tidak boleh kalah oleh praktik di lapangan. Jika BRI Unit Salakan merasa kebal aturan, maka masyarakat berhak melawan dengan cara konstitusional,” tandasnya.
LSM Merah Putih memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga terang-benderang dan tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut ke tingkat nasional apabila tidak ada langkah tegas dari pihak berwenang.
Hingga berita ini dirilis, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen Bank BRI atas peristiwa dan Kritikan tersebut. namun Redaksi tetap mebuka ruang hak jawab dan klarifikasi terhadap pihak terkait untuk penyajian berita yang berimbang dan transparan. (Red.SN)

