GEMA RAMADHAN DI BUMI SIYOTO: Cahaya Iman di Masjid Baiturrahim Bonerato

SINDITOnews.com | AMPANA KOTA – Langit malam di Kelurahan Bonerato tampak lebih benderang pada Rabu malam (18/02/2026). Di bawah naungan kubah Masjid Baiturrahim, syiar Islam menggema indah menandai dimulainya perjalanan suci Ramadhan 1447 H. Ratusan kaum muslimin, mulai dari orang tua hingga anak-anak, datang berbondong-bondong memenuhi saf-saf masjid dengan wajah berseri, menyambut malam yang penuh rahmat.

Lantunan selawat yang syahdu mengiringi langkah jamaah memasuki rumah Allah ini. Masjid Baiturrahim, yang telah lama menjadi simbol ketenangan bagi warga Ampana Kota, kini menjadi saksi kembalinya hamba-hamba Allah ke jalan ketaatan melalui ibadah Shalat Tarawih malam perdana.

Sebelum takbir pertama dikumandangkan, suasana menjadi hening saat Ust. Faisal Alhasni naik ke mimbar untuk menyampaikan pesan-pesan langit. Dalam untaian kalimatnya yang santun, beliau mengajak jamaah untuk membersihkan cermin hati agar cahaya Ramadhan dapat masuk dengan sempurna. Beliau mengingatkan bahwa kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci adalah anugerah tak ternilai yang harus dibalas dengan kualitas ibadah terbaik.

Guna mempertegas pesan dakwahnya, beliau melantunkan firman Allah SWT yang menjadi dasar kewajiban bagi setiap mukmin, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Lebih lanjut, beliau juga mengutip keistimewaan bulan ini sebagai bulan literasi ilahi melalui Surah Al-Baqarah ayat 185:

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang salah).”

Ibadah malam tersebut diakhiri dengan doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon agar seluruh masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una senantiasa dalam lindungan-Nya. Malam pertama di Masjid Baiturrahim ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah awal dari proses transformasi jiwa menuju derajat takwa yang sebenar-benarnya. (Red.ATA)