SINDITOnews.com | GORONTALO – Kolam Renang Lahilote menjadi saksi bisu lahirnya sebuah harapan baru bagi dunia renang Indonesia. Di tengah riuh rendah teriakan penonton dan percikan air yang membelah keheningan, seorang atlet cilik bernama Qiandra Tenriadiba Salama berhasil memikat perhatian dalam ajang bergengsi Gorontalo Swimming Champions 2026.
Tampil dengan balutan semangat juang tinggi, bocah kelahiran 2017 ini tidak hanya sekadar bertanding. Mewakili Whale Swimming Club, Qiandra sukses menyabet medali perunggu di nomor 50 meter gaya bebas Kelompok Umur (KU) 5. Prestasi ini terasa begitu emosional mengingat lawan-lawan yang dihadapi berasal dari kota-kota besar dengan basis atlet kuat seperti Makassar, Manado, hingga Pontianak.
Di balik ketenangannya membelah lintasan, ada tangan dingin Coach Muchlis Bau, S.Pd yang menempa kedisiplinannya. Namun, lebih dari sekadar teknik, kekuatan terbesar Qiandra mengalir dari doa dan dukungan kedua orang tuanya, Bapak Salama, S.K.M., S.Kom dan Ibu Megawaty Ramli Ali, S.Kom.
Setiap kayuhan tangan Qiandra di lintasan seolah menceritakan kisah tentang ketekunan seorang anak yang menolak untuk menyerah meski harus bersaing dengan 15 atlet tangguh lainnya.
Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah prolog dari perjalanan panjang. Medali perunggu yang melingkar di lehernya menjadi bukti nyata bahwa bakat besar jika bertemu dengan disiplin baja akan melahirkan prestasi yang mengharumkan nama daerah.
Kini, nama Qiandra Tenriadiba Salama bukan sekadar peserta dalam catatan panitia, melainkan inspirasi bagi anak-anak muda lainnya di Gorontalo. Ia telah membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan keberanian adalah kunci untuk menaklukkan gelombang. (Red)

