SINDITOnews.com | SULTENG-AMPANA KOTA,– Pembangunan Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota, kini tengah menjadi “buah bibir” publik. Proyek fisik yang seharusnya menjadi simbol kemajuan ekonomi desa ini justru menuai sorotan tajam karena berjalan tanpa papan informasi proyek di lokasi kegiatan. Selasa, 3/2/2026.
Nihilnya plang informasi di lokasi proyek Desa Sansarino ini memicu tanda tanya besar bagi warga dan pemerhati kebijakan publik. Pasalnya, setiap pembangunan yang dibiayai oleh uang negara—baik melalui APBN, APBD, maupun Dana Desa—wajib mengedepankan asas transparansi.
Secara regulasi, pemasangan papan proyek bukan sekadar formalitas. Hal ini tertuang jelas dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Perpres No. 12 Tahun 2021. Papan tersebut merupakan “identitas” yang wajib memuat sumber anggaran, nilai kontrak, masa pengerjaan, hingga nama pelaksana.
Ketiadaan papan informasi ini seolah-olah membiarkan proyek berjalan dalam ruang gelap. Tanpa kejelasan, masyarakat kehilangan haknya untuk melakukan pengawasan, yang pada akhirnya memunculkan celah bagi potensi penyalahgunaan wewenang dan anggaran.
“Uang negara adalah uang rakyat. Membangun tanpa papan informasi sama saja dengan menutup mata masyarakat terhadap proses pembangunan itu sendiri,” ungkap salah satu warga di sekitar lokasi proyek yang tak ingin identitasnya di ungkap.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, kekhawatiran akan adanya penyimpangan volume pekerjaan atau manipulasi anggaran sulit untuk dihindari. Publik kini mendesak Inspektorat Tojo Una-Una untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas di lapangan.
Pihak pelaksana, kontraktor, diingatkan bahwa akuntabilitas adalah fondasi utama. Jangan sampai program mulia Kopdes Merah Putih yang diharapkan membawa kemandirian ekonomi, justru berakhir sebagai persoalan hukum akibat alergi terhadap transparansi.
Hingga berita ini diturunkan,belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait,sementara Keterbukaan adalah kewajiban, bukan pilihan. Rakyat Sansarino menanti bukti bahwa proyek ini benar-benar dikerjakan dengan jujur dan terbuka. (Red.ATA)

