REDAKSI: SINDITOnews.com
BONE BOLANGO – Dalam momentum peringatan Hari Pers Sedunia, Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Bone Bolango, Yogis Monoarfa, menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan dan independensi insan pers sebagai pilar utama demokrasi.
Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam mengawal transparansi, mengungkap fakta, serta menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun di tengah dinamika yang ada, kebebasan pers masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan, intimidasi, hingga upaya pembungkaman.
“Pers tidak boleh tunduk pada kepentingan tertentu. Kedaulatan insan pers adalah fondasi dalam menjaga kebenaran dan keadilan di tengah masyarakat,” tegas Yogis, dalam keterangannya, Minggu (03/05/2026).
Ia juga menekankan bahwa momentum Hari Pers Sedunia harus menjadi refleksi bersama untuk memperkuat profesionalisme jurnalis, sekaligus memastikan perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik di lapangan.
Lebih lanjut, AKPERSI Bone Bolango mendorong seluruh elemen, baik pemerintah maupun aparat penegak hukum, untuk menghormati dan melindungi kebebasan pers sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Tidak boleh ada ruang bagi intimidasi terhadap jurnalis. Kritik adalah bagian dari kontrol sosial yang sehat dalam sistem demokrasi,” tambahnya.
AKPERSI juga mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menjaga akurasi, serta mengedepankan prinsip keberimbangan dalam setiap pemberitaan.
Momentum Hari Pers Sedunia ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi menjadi pengingat bahwa pers yang merdeka, profesional, dan bertanggung jawab adalah kunci bagi kemajuan bangsa. (Red)

