SINDITOnews.com | BANDUNG – Momentum baru bagi kehidupan beragama di Jawa Barat resmi dimulai. Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung khidmat di Bale Pakuan, Selasa (27/1), membawa pesan kuat mengenai pentingnya kemandirian ulama dan persatuan umat di tanah Pasundan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa MUI harus tetap menjadi kompas moral bagi pemerintah. Ia mendorong institusi ini untuk terus konsisten memberikan nasihat strategis agar kebijakan publik tetap berpijak pada kemaslahatan rakyat dan nilai-nilai spiritual.
“MUI adalah mitra kritis pemerintah yang memastikan bahwa setiap langkah kepemimpinan tidak melenceng dari sumpah jabatan dan kepentingan masyarakat luas,” ujar Gubernur.
Senada dengan visi tersebut, Pakar Hukum Ekonomi, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., memberikan apresiasi tinggi atas komposisi kepengurusan yang baru. Dalam keterangannya di Sentul, Bogor (28/1), beliau menyatakan keyakinannya bahwa di bawah nakhoda baru, MUI Jabar mampu menjadi motor pemersatu bagi keberagaman umat di berbagai pelosok kota dan kabupaten.
Ketua Umum MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menekankan bahwa periode ini akan difokuskan pada kerja nyata yang menyentuh akar rumput. Beliau mengusung filosofi kerja keras, cerdas, sinergis, tuntas, dan ikhlas sebagai fondasi utama.
“Kami tidak ingin terjebak dalam program yang bersifat retoris. Keistimewaan Jawa Barat harus tercermin dari kuatnya iman dan takwa yang diimplementasikan melalui solusi konkret atas masalah keagamaan dan lingkungan hidup,” tegasnya.
Sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama yang tergambar dalam pelantikan ini diharapkan mampu membawa Jawa Barat menuju tatanan masyarakat yang lebih harmonis, mandiri, dan bermartabat hingga tahun 2030 mendatang.
Sumber; Diskominfo Jabar & Prof Dr Sutan Nasomal SH MH (Redaksi)

