Prof. Dr. Sutan Nasomal: Indonesia Butuh Pemimpin yang Berpihak pada Rakyat

SINDITOnews.com | Jakarta — Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, Pakar Hukum Internasional, menilai nilai keadilan dan kemanusiaan dalam Pancasila dan UUD 1945 semakin hilang dalam praktik pemerintahan. Akibatnya, rakyat kecil kian tertekan dan darurat kelaparan meluas di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat berdiskusi dengan para pemimpin redaksi media di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Jum’at (6/2/2026).

Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol dan bahan pidato. Nilai-nilainya harus diterapkan nyata oleh seluruh pemimpin, dari pusat hingga desa. Namun yang terjadi, kata dia, negara justru gagal mengayomi rakyat.

“Rakyat dipaksa bertahan sendiri, sementara kebijakan pemerintah sering mengorbankan sumber nafkah mereka,” tegasnya.

Ia menyoroti kebijakan penataan kota yang menggusur Pedagang Kaki Lima dan penghapusan angkutan kota tanpa solusi pekerjaan lanjutan. Menurutnya, penggusuran tanpa relokasi yang layak dan penghilangan pekerjaan rakyat adalah bentuk kezaliman yang bertentangan dengan Pancasila.

“Pancasila menjamin hak setiap warga untuk hidup dan bekerja. Jika pemerintah merampas sumber nafkah tanpa solusi, itu tidak pancasilais,” ujarnya.

Prof. Sutan Nasomal mengingatkan bahwa pemimpin yang tidak berpihak kepada rakyat dan mengabaikan doa orang-orang yang dizalimi tidak akan bertahan lama.

“Membiarkan darurat kelaparan meluas adalah kegagalan moral dan pengkhianatan terhadap Pancasila,” pungkasnya.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SE, SH,MH. Pemerhati Masyarakat Luas