SAMUDERA MAAF DI PELATARAN VILA AKHTAR: SAAT TANGAN BERTAUT DAN HATI MELEBUR

SINDITOnews.com | SUWAWA TIMUR – Begitu gema doa terakhir meluruh ke bumi, suasana di Vila Akhtar seketika berubah menjadi panggung emosional yang menggetarkan. Memasuki puncak acara Senin malam (16/2/2026), sesi ramah tamah menjadi saksi bisu runtuhnya tembok ego, berganti dengan pemandangan mengharukan saat seluruh keluarga besar Bapak Hi. Anis Soleman dan Ibu Hj. Wilda Radjalawo saling menautkan tangan.

Suasana dramatis memuncak saat ritual mushafahah atau jabat tangan dimulai. Di bawah pendar cahaya lampu vila yang syahdu, antrean panjang sanak saudara mengalir seperti sungai yang tenang. Tidak ada lagi jarak antara yang tua dan yang muda; semua larut dalam pelukan hangat dan jabatan tangan yang erat. Isak tangis haru sesekali pecah saat permohonan maaf meluncur tulus dari bibir, menghapus segala noda khilaf yang mungkin sempat menggores batin selama ini.

Bapak Hi. Anis dan Ibu Hj. Wilda berdiri sebagai jangkar kasih, menyambut setiap tangan yang datang dengan senyum penuh keteduhan. Setiap jabatan tangan bukan sekadar sentuhan kulit, melainkan sebuah janji untuk kembali menyatukan kembali serpihan-serpihan kekeluargaan yang sempat terpisah oleh kesibukan duniawi.

Kehangatan itu kian sempurna saat meja-meja jamuan mulai dipenuhi tawa. Di sela-sela santap malam yang nikmat, obrolan ringan mengalir tanpa sekat. Vila Akhtar malam itu benar-benar menjadi wadah bagi ribuan cerita yang saling bertukar, mempererat kembali simpul-simpul silaturahmi yang kini terikat lebih kuat dari sebelumnya.

“Malam ini, di Desa Pangi, kami belajar bahwa memaafkan adalah puncak dari kebahagiaan,” bisik salah satu kerabat yang matanya masih tampak berkaca-kaca setelah berpelukan dengan saudaranya.

Sesi ramah tamah ini menutup malam dengan sebuah pesan bisu namun nyata: bahwa di bawah langit Suwawa Timur, keluarga besar Soleman-Radjalawo telah pulang ke rumah yang sama—sebuah rumah bernama ketulusan. Ketika tamu terakhir berpamitan, kehangatan jabatan tangan itu seolah masih tertinggal, menjaga hati setiap insan tetap suci di malam yang penuh berkah tersebut.