Jakarta – Dinamika geopolitik dunia yang semakin memanas dinilai bukan sekadar konflik antarnegara, melainkan bagian dari perebutan pengaruh ekonomi, energi, dan sumber daya alam oleh kekuatan-kekuatan besar dunia.
Menurut Sutan Nasomal, menguatnya kelompok ekonomi BRICS menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya tensi global. Ia menilai persaingan antara blok negara-negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat dengan kekuatan baru seperti China dan Rusia kini semakin terbuka, terutama dalam perebutan pasar, energi, dan pengaruh strategis di berbagai kawasan dunia.
Dalam keterangannya kepada media, Sutan menyoroti posisi China yang dinilai berhasil memperkuat dominasi perdagangan global melalui kemajuan teknologi dan industri manufaktur. Kondisi tersebut, menurutnya, telah mengubah peta persaingan ekonomi internasional dan memunculkan kekhawatiran dari negara-negara pesaing.
Sutan juga menilai kawasan Timur Tengah masih menjadi pusat pertarungan kepentingan geopolitik dunia karena cadangan minyak dan sumber daya energi yang sangat besar. Ia berpendapat berbagai konflik yang terjadi di kawasan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan perebutan kendali atas sumber daya strategis.
Di tengah situasi tersebut, Sutan mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak terseret dalam rivalitas global yang semakin tajam. Menurutnya, prioritas utama bangsa saat ini adalah memperkuat ketahanan ekonomi nasional, menjaga stabilitas politik, serta memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.
“Indonesia harus mengedepankan kepentingan nasional, memperkuat ekonomi dalam negeri, dan tidak terjebak dalam pertarungan kepentingan elite global. Ketahanan negara dan kepercayaan rakyat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sejarah telah menunjukkan dampak buruk ketika suatu negara terlalu bergantung pada kepentingan kekuatan asing. Karena itu, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan diplomasi, memperkuat kemandirian ekonomi, dan memastikan sumber daya alam Indonesia dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.
Pakar Hukum Internasional dan Pengamat Ekonomi.

