Jaga Marwah Adat Suwawa: Ketua AMAL Bantah Tuduhan Pungli dan Desak Penyelesaian Humanis Terkait Dinamika Tambang

SINDITOnews.com | BONE BOLANGO,– Ketua Aliansi Masyarakat Adat Lokal (AMAL), Nikson Gubali, keluarkan pernyataan resmi menanggapi aksi unjuk rasa di Mapolda Gorontalo terkait persoalan pertambangan di Suwawa dan laporan hukum terhadap warga lokal. Dalam keterangannya kepada awak media, Nikson menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah dari narasi-narasi yang tidak berbasis fakta. Jum’at, 13/2/26

Tudingan massa aksi mengenai adanya praktik pungutan liar (pungli) di pos masuk Tulabolo, Nikson membantah tegas. Ia mengklarifikasi bahwa pos tersebut merupakan pos koordinasi yang dijaga bersama oleh personel aparat keamanan dan masyarakat adat demi menekan peredaran miras dan senjata tajam.

“Sangat ironis jika pos yang bertujuan menjaga keamanan para penambang justru disebut melakukan pungli. Ini adalah pembunuhan karakter yang tidak berdasar. Kami berharap semua pihak untuk tidak sekadar melempar opini jalanan yang dapat memicu kegaduhan sosiologis di tanah ulayat kami,” ujar Nikson dengan nada datar.

Terkait desakan proses hukum atas laporan Sekdes Tulabolo, Nikson meminta APH untuk melihat kasus ini secara jernih dan komprehensif. Ia menegaskan bahwa insiden yang terjadi bukanlah pengeroyokan terencana, melainkan reaksi spontan masyarakat yang terpancing oleh situasi yang provokatif.

“Tidak ada niat jahat (mens rea) dari warga untuk melakukan kekerasan. Kami mendorong Polda Gorontalo untuk mengedepankan pendekatan Restorative Justice. Menghukum warga lokal yang terprovokasi hanya akan meninggalkan luka sosial yang dalam. Keadilan haruslah bernurani, bukan sekadar administratif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nikson memberikan peringatan keras kepada individu atau kelompok dari luar Bone Bolango agar berhenti memperkeruh suasana aman yang selama ini dijaga oleh para penambang lokal.

“Suwawa adalah rumah kami. Kami minta pihak luar jangan memancing di air keruh dengan menggunakan momen ini untuk kepentingan tertentu. Biarkan kami menyelesaikan persoalan internal kami dengan semangat kekeluargaan dan kearifan lokal. Keamanan wilayah tambang adalah prioritas kami bersama APH,” tegasnya.

AMAL berkomitmen penuh untuk tetap menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan (Cooling System). Nikson meyakinkan bahwa stabilitas ekonomi dan keamanan di Suwawa hanya bisa dicapai melalui rekonsiliasi yang adil bagi semua pihak.

“Kami percaya Kapolda Gorontalo akan bertindak bijaksana dengan melihat fakta sosiologis di lapangan. Kedaulatan masyarakat adat tetap menjadi harga mati bagi kami dalam mengawal marwah tanah Suwawa,” tutup Nikson. (Red.SN)