Tokoh Adat Bone Bolango Deklarasikan: “Jangan Jajah Wilayah Adat Kami”

Redaksi: SINDITOnews.com

Bone Bolango – Keresahan masyarakat terhadap masa depan ruang hidup dan sumber penghidupan mereka akhirnya mendapat respons dari para pemangku adat.

Melalui sebuah deklarasi yang dilaksanakan di di Kecamatan Suwawa timur, bertajuk “Tanah Leluhur, Martabat Rakyat, Masa Depan Generasi”, para tokoh adat Bone Bolango menyuarakan sikap tegas: “Jangan Jajah Wilayah Adat Kami.”

Bagi masyarakat adat, tanah bukan sekadar lokasi yang memiliki nilai ekonomi. Tanah adalah warisan leluhur, tempat masyarakat membangun kehidupan, membesarkan anak-anak, dan menggantungkan harapan masa depan.

Para tokoh adat menilai pembangunan dan investasi tidak boleh mengorbankan masyarakat yang telah lebih dahulu hidup dan mencari nafkah di wilayah tersebut.

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami tidak menolak investasi. Tetapi jangan sampai rakyat kehilangan ruang hidupnya sendiri,” tegas para pemangku adat dalam deklarasi tersebut. Sabtu, 06/6/2026.

Mereka juga mengingatkan bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat lokal.

Menurut para tokoh adat, negara dan seluruh pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa masyarakat tidak menjadi korban dari setiap kebijakan yang diambil atas nama pembangunan.

Deklarasi tersebut sekaligus menjadi pesan kepada pemerintah dan seluruh pihak agar mengedepankan dialog, musyawarah, dan solusi yang berkeadilan.

“Jangan jadikan rakyat asing di tanah leluhurnya sendiri. Hormati tanah leluhur kami. Hormati kehidupan kami. Hormati masa depan anak cucu kami.”

Seruan itu menjadi penegasan bahwa masyarakat adat Bone Bolango tidak sedang meminta keistimewaan, melainkan meminta penghormatan terhadap hak hidup, martabat rakyat, dan masa depan generasi yang akan datang. (Red.SN)