Petani dan Nelayan, Fondasi Kekuatan Bangsa

REDAKSI : SINDITOnews.com 

GORONTALO – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pangan nasional, peran petani dan nelayan kembali mendapat sorotan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo. Forum yang mempertemukan ribuan pelaku utama sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi untuk memperkuat masa depan pangan nasional.

Di antara berbagai pembahasan yang mengemuka, muncul satu pesan yang menempatkan pertanian pada posisi yang lebih luas dari sekadar aktivitas produksi. Pertanian dinilai sebagai fondasi pembangunan ekonomi sekaligus salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, saat menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian dan perikanan di tengah dinamika pembangunan nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk membangun sektor pangan yang kuat. Ketersediaan lahan yang luas, jumlah penduduk yang besar, serta jutaan petani dan nelayan yang tersebar di berbagai daerah merupakan kekuatan strategis yang tidak dimiliki banyak negara.

Potensi tersebut, kata Gobel, harus dikelola melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan konsep pertanian yang lebih modern dan efisien. Karena itu, forum seperti PENAS memiliki peran penting sebagai wadah pembelajaran dan pertukaran pengetahuan bagi para pelaku sektor pertanian dan perikanan.
Selama pelaksanaan kegiatan, para petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing sektor pangan nasional.

Bagi Gobel, pembangunan pertanian tidak semata-mata berbicara tentang peningkatan hasil produksi. Lebih dari itu, pembangunan sektor ini berkaitan erat dengan kemampuan bangsa menjaga kemandirian dan ketahanan pangannya sendiri.

Untuk menggambarkan pentingnya posisi petani dalam kehidupan berbangsa, ia mencontohkan bagaimana sejumlah negara mampu membangun kekuatan nasional melalui penguatan sektor pertanian dan sumber daya manusianya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa ketahanan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan rakyatnya dalam menjaga sektor-sektor strategis.

Karena itu, ia menilai pembangunan petani dan nelayan harus menjadi perhatian bersama. Semangat, kapasitas, dan komitmen para pelaku sektor pangan menjadi faktor penting dalam memastikan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Pada akhirnya, PENAS XVII tidak hanya menjadi panggung bagi demonstrasi teknologi dan inovasi pertanian. Lebih dari itu, forum ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap upaya membangun ekonomi nasional, terdapat peran besar petani dan nelayan yang selama ini menjadi penopang utama ketahanan pangan Indonesia. Dari sawah dan laut, fondasi kekuatan bangsa terus dibangun dan dijaga untuk generasi yang akan datang.(Red)