SINDITOnews.com | BONE BOLANGO – Jagat media sosial di Gorontalo kembali dihebohkan dengan penyebaran foto Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, yang terlihat mengenakan rompi merah muda (pink) tahanan Kejaksaan. Foto tersebut disebarkan secara masif oleh akun anonim Gorontalo Karlota.
Menanggapi hal tersebut, beberapa tokoh berpengaruh di Bone Bolango angkat bicara dan secara tegas menyatakan bahwa informasi yang digiring oleh akun anonim tersebut adalah hoaks bermodus manipulasi konteks (false context) yang sengaja didaur ulang untuk membodohi publik.
Aktivis pengawal kebijakan pemerintah dari LP.K-P-K sekaligus tokoh pendidikan Bone Bolango, Syahrun Malapu, menyayangkan tindakan akun anonim tersebut. Menurutnya, menyebarkan foto masa lalu dengan kesan seolah-olah terjadi hari ini adalah bentuk pembunuhan karakter yang keji.
“Secara konstitusi, kasus belasan tahun lalu (tahun 2011) itu sudah selesai secara inkrah dan beliau sudah mempertanggungjawabkannya. Membingkai ulang foto usang seolah-olah ada penahanan hari ini adalah manipulasi informasi yang tidak mendidik. Saya mengimbau masyarakat untuk cerdas dan mengedepankan asas tabayyun (cek fakta),” ujar Syahrun.
Senada dengan Syahrun, Ketua LSM FOKUS Gorontalo, Yamin Akuba, yang dikenal vokal dan kritis terhadap jalannya pemerintahan, justru berdiri paling depan mengecam aksi penyebaran hoaks ini. Ia menilai cara-cara yang digunakan oleh akun anonim sangat tidak jantan.
“LSM FOKUS selalu konsisten mengawal pemerintahan secara kritis, tapi kritik kami berbasis data dan fakta, bukan dengan cara pengecut. Memanfaatkan foto 15 tahun lalu untuk membohongi warga Bone Bolango hari ini adalah tindakan manipulatif. Jika akun anonim itu punya data korupsi baru, bawa dan laporkan resmi ke Kejaksaan dengan jantan, jangan bersembunyi di balik layar sambil menyebar isu basi. Masyarakat jangan mau dibodohi oleh permainan opini siber,” tegas Yamin dengan nada lugas.
Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Badan Kesbangpol Bone Bolango, Zainal Ilolu, mengingatkan warga akan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah. Ia menilai gerakan siber dari akun tidak bertanggung jawab ini sengaja dirancang untuk menciptakan kegaduhan publik.
“Saya sangat memahami arah dari gerakan siber seperti ini. Tujuannya jelas, merusak stabilitas daerah yang saat ini sedang tenang-tenangnya membangun. Saya tegaskan kepada seluruh saudaraku di Bone Bolango, roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Bapak Ismet Mile saat ini berjalan normal, sah, dan tidak ada penahanan apa pun. Mari kita rapatkan barisan, jaga keamanan kampung halaman kita, dan abaikan provokasi dari akun-akun hantu yang tidak jelas wujudnya,” kata Zainal.
Melengkapi pandangan para aktivis dan tokoh masyarakat, Tokoh Adat Bone Bolango, Zainudin Hasiru, ikut angkat bicara dari sudut pandang norma dan kebudayaan daerah. Beliau mengingatkan bahwa Gorontalo berlandaskan falsafah “Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kitabullah”, di mana penyebaran fitnah sangat dilarang.
“Menyebarkan informasi yang tidak benar, memanipulasi fakta masa lalu untuk menjatuhkan martabat seseorang hari ini, adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai adat kita di Gorontalo. Saya meminta kepada seluruh anak muda dan masyarakat, mari kita pelihara tutur kata dan jempol kita di media sosial. Jangan mengotori daerah kita dengan perilaku fitnah. Hormati roda pemerintahan yang sah yang saat ini sedang bekerja untuk rakyat,” tutur Zainudin dengan bijak.
Berdasarkan penelusuran tim redaksi SINDITOnews.com, foto yang viral tersebut merupakan dokumentasi lama terkait kasus proyek pengendali banjir belasan tahun silam yang status hukumnya sudah inkrah dan selesai dijalani.
Pihak penegak hukum pun memastikan tidak ada instruksi penahanan baru terhadap Bupati Bone Bolango saat ini. Narasi yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab dipastikan murni sebagai disinformasi siber untuk mengacaukan opini publik. (Red)

