Redaksi: SINDITOnews.com
BONE BOLANGO – Aliansi Masyarakat Adat Lokal (AMAL) menyayangkan adanya penggunaan nama “masyarakat penambang” dalam aksi unjuk rasa di Mapolres Bone Bolango, Senin (27/7).
AMAL menilai klaim yang mengatasnamakan seluruh penambang berpotensi memicu polarisasi dan mengganggu stabilitas keamanan di kawasan pertambangan Suwawa.
Ketua AMAL Nikson Gubali, menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mewakili aspirasi ribuan penambang lokal, khususnya yang beraktivitas di wilayah Batu Gergaji.
“Mayoritas penambang saat ini memilih fokus bekerja mencari nafkah dalam suasana yang kondusif. Jangan membawa nama seluruh penambang untuk kepentingan kelompok tertentu,” ujar Nikson.
Ia juga mengingatkan agar aparat kepolisian tidak terus dijadikan sasaran tudingan dalam setiap konflik yang terjadi di lingkar tambang. Menurutnya, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan berpihak pada salah satu kelompok yang bersengketa.
AMAL menegaskan komitmennya sebagai wadah yang lahir dari musyawarah masyarakat penambang lokal, siap memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan pertambangan melalui dialog dan pendekatan kekeluargaan.
Menutup pernyataannya, Nikson mengajak seluruh penambang, mahasiswa, dan elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Bone Bolango. (Red)

