Redaksi: SINDITOnews.com
JAKARTA — Pergantian Kapolri membawa harapan baru bagi masyarakat yang masih menunggu kepastian atas laporan dan pengaduan hukum yang dinilai belum tuntas.
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. berharap Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto segera melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap penanganan perkara di seluruh jajaran Polri, mulai dari Mabes, Polda, Polres hingga Polsek.
Menurut Sutan, banyak masyarakat mengeluhkan laporan yang prosesnya berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa kepastian yang jelas.
“Jangan ada lagi laporan masyarakat yang berlarut-larut tanpa kejelasan. Kalau masih penyelidikan atau membutuhkan pendalaman, masyarakat harus diberi penjelasan secara transparan,” ujar Sutan saat dihubungi sejumlah pimpinan redaksi media melalui telepon seluler dari Jakarta, 3 Oktober 2026.
Sutan juga meminta Kapolri memperkuat pengawasan internal terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum anggota. Termasuk dugaan praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat, seperti permintaan imbalan dalam proses penanganan perkara.
Ia juga menyoroti persoalan narkotika dan dugaan keterlibatan oknum aparat dalam perkara hukum. Menurutnya, apabila terdapat anggota yang terbukti terlibat, harus diproses secara tegas sesuai hukum dan kode etik.
“Jangan sampai ulah oknum merusak nama baik institusi. Polri harus bersih dan hukum harus berlaku sama bagi semua,” tegasnya.
Sutan berharap kepemimpinan Kapolri Suyudi menjadi momentum untuk membuka kembali evaluasi terhadap perkara-perkara yang mandek, memperbaiki pelayanan pengaduan masyarakat, serta memastikan setiap laporan mendapatkan kepastian proses.
“Harapan masyarakat sederhana: hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Siapa pun yang melanggar hukum harus diproses sesuai aturan,” pungkasnya.
Narasumber :
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi; Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID); Ketua Umum YPLBH Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H.; Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus; Rektor STIA/STIH Pronass; serta Rektor Universitas Bangsa Negara Bersatu (UBNB).

