Sistem Setor Uang di Muka Pangkalan Elpiji Bilato Bikin Warga Miskin Gigit Jari. 

REDAKSI :SINDITOnews.com 

BILATO — Warga Dusun 4, Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo menjerit.

Sistem distribusi gas elpiji 3 kg bersubsidi di pangkalan lokal dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.

Pangkalan tersebut diduga menerapkan aturan sepihak berupa pengumpulan uang di muka sebelum tabung gas tiba, yang berujung pada tersingkirnya hak warga miskin setempat.

Praktik ini memicu protes keras dari masyarakat Dusun 4. Pasalnya, warga yang tidak memiliki uang tunai saat pendataan awal otomatis dicoret dari daftar penerima.

Ironisnya, ketika pasokan tabung gas resmi tiba dan warga miskin tersebut berniat membeli secara tunai, pemilik pangkalan berdalih kuota sudah penuh.

Usut punya usut, kuota gas melon yang seharusnya diprioritaskan untuk warga lokal diduga dialihkan.

Pemilik pangkalan ditengarai memberikan kuota tersebut kepada warga dari luar desa yang memiliki kemampuan finansial untuk menyetor uang lebih cepat.

“Kami warga Dusun 4 yang tidak punya uang pas pendataan awal langsung ditinggalkan begitu saja. Begitu gas datang dan kami ada uang, alasannya kuota sudah penuh karena diisi orang luar desa yang menyetor duluan. Ini jelas tidak adil bagi kami warga setempat,” ujar salah satu warga Dusun 4 yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Akibat permainan kuota ini, warga Dusun 4 terpaksa membeli gas eceran di luar pangkalan dengan harga yang jauh melambung tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Masyarakat Dusun 4 mendesak Pemerintah Desa Bilato, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), serta agen penyalur resmi untuk segera turun ke lapangan.

Warga menuntut sanksi tegas bagi pangkalan nakal tersebut agar distribusi subsidi tepat sasaran dan tidak dimonopoli oleh pemilik modal dari luar wilayah.

Pewarta:Meiske Ibrahim