REDAKSI :SINDITOnews.com
Jakarta – Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Sutan Nasomal, meminta pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap para pejuang kemerdekaan yang dinilai belum memperoleh pengakuan dan penghargaan yang layak dari negara.
Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026), Sutan Nasomal menyampaikan bahwa masih banyak tokoh perjuangan di berbagai daerah yang jasanya belum mendapat perhatian memadai, baik melalui pemberian gelar pahlawan maupun pengabadian nama mereka pada fasilitas publik.
Menurutnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, perlu mendorong pendataan kembali nama-nama pejuang yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa agar memperoleh hak dan penghargaan yang semestinya.
Salah satu sosok yang disoroti adalah TB. A. Basuni, pejuang asal Bogor yang dinilai memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Berdasarkan keterangan ahli warisnya, Tubagus Hendra Bayu Rota, TB. A. Basuni merupakan salah satu pendiri Badan Keamanan Rakyat (BKR) Bogor pada 1945, yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia juga terlibat dalam berbagai perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk dalam peristiwa Bojong Kokosan.
Atas pengabdiannya, TB. A. Basuni telah menerima sejumlah penghargaan negara, di antaranya Bintang Gerilya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Kesetiaan, serta berbagai tanda jasa perjuangan kemerdekaan lainnya.
Meski demikian, Sutan Nasomal menilai jasa-jasa TB. A. Basuni belum memperoleh pengakuan yang sebanding dengan kontribusinya. Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kota Bogor dan pemerintah pusat untuk meninjau kembali sejarah perjuangan tokoh tersebut serta mempertimbangkan bentuk penghargaan yang layak.
Sutan Nasomal mengingatkan bahwa penghormatan kepada para pejuang merupakan bagian penting dari upaya menjaga sejarah bangsa dan menanamkan nilai perjuangan kepada generasi penerus. Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.
Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia.

